Andai Kamu Mencariku

Aku tahu... aku terlihat seperti laki-laki yang lari.

Menghilang begitu saja tanpa kabar, tanpa pamit, tanpa penjelasan.

Tapi percayalah, bukan itu yang benar-benar aku inginkan.

Aku sedang lelah.

Bukan hanya karena satu masalah, tapi semuanya datang sekaligus—seperti gelombang yang menenggelamkan.

Dan saat hidupku mulai terasa berat, aku mundur.

Bukan karena aku tak percaya padamu,

tapi karena aku takut...

takut kamu melihat versi terburuk dari diriku.

Aku tidak pergi karena tidak peduli.

Aku justru pergi karena terlalu peduli.

Aku ingin melindungi kamu...

dari diriku sendiri yang sedang berantakan.

Tapi di balik diamku, aku menunggu.

Setiap notifikasi yang masuk, aku berharap itu dari kamu.

Setiap suara dering, aku berharap itu namamu.

Setiap malam, aku menatap layar tanpa keberanian untuk memulai duluan.

Padahal dalam hati aku berbisik,

"Tolong... cari aku. Tanyakan aku kenapa. Genggam aku sebelum aku jatuh terlalu jauh."

Tapi kamu tidak datang.

Mungkin kamu marah.

Atau kamu lelah menebak-nebak.

Aku mengerti.

Tapi jika suatu saat kamu membaca ini,

ketahuilah...

Aku tidak benar-benar ingin pergi.

Aku hanya ingin tahu,

masih adakah yang akan mencariku saat aku hilang?

Karena aku tidak butuh banyak hal—

hanya satu orang saja,

yang tetap mencariku

meski aku diam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Biasa, Tapi Tetap Sakit

Aku dan 7 Tahun

Tanpa Titik, Tapi Selesai