Diam Sebelum Menghilang
Aku masih di sini. Tapi mungkin kamu nggak sadar.
Aku masih ngelihat story-mu diam-diam. Masih buka chat lama kita, masih inget obrolan receh yang cuma kita berdua yang ngerti. Tapi aku udah nggak ngetik “hai” lagi. Udah nggak nanya “udah makan belum?” atau pura-pura nyari topik biar bisa ngobrol.
Aku mundur. Pelan. Nggak dramatis. Nggak pakai pamit.
Bukan karena aku main tarik ulur. Tapi karena aku cuma pengen tahu — kamu bakal nyari aku nggak, kalau aku berhenti datang terus?
Dan hari-hari itu lewat...
Nggak ada pesan masuk dari kamu.
Nggak ada “kamu ke mana?”
Nggak ada yang nyari.
Jadi di situ aku tahu,
Diamku bukan kehilangan buatmu.
Mundurku bukan lubang dalam hidupmu.
Aku hanya... orang lewat.
Dan sekarang aku benar-benar pergi.
Tanpa dendam. Tanpa marah.
Cuma hati yang akhirnya bisa bilang:
“Dia memang bukan tempat aku pulang.”
Komentar
Posting Komentar