Saat Hati Tak Berkabar

 Ada kalanya hati punya jalannya sendiri tak mengikuti logika, tak peduli rencana.

Tanpa aba-aba, tanpa peringatan, ia diam-diam menumbuhkan rasa pada seseorang yang bahkan tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Awalnya hanya sapaan biasa, sekadar tatap singkat, atau obrolan ringan yang tak berarti apa-apa.
Tapi entah bagaimana, perlahan-lahan ada sesuatu yang berubah. Kita mulai menunggu kehadirannya, mencari-cari bayangnya di antara keramaian, dan merasa aneh ketika sehari saja tak mendengar kabarnya.

Tak ada gong yang menandai kapan rasa itu mulai tumbuh.
Tak ada tanda “hati-hati, ini cinta” yang mengingatkan kita untuk bersiap.
Tahu-tahu, kita sudah tersenyum sendirian saat mengingatnya.
Tahu-tahu, kita mulai menyusun alasan untuk sekadar berada di dekatnya.

Dan di situlah kita sadar…
Cinta kadang datang bukan dengan dentuman, tapi dengan bisikan.
Bukan lewat pintu depan yang megah, tapi lewat celah kecil yang bahkan tak kita sadari terbuka.
Lalu diam-diam, ia tinggal di hati, seolah memang sudah lama di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Biasa, Tapi Tetap Sakit

Aku dan 7 Tahun

Tanpa Titik, Tapi Selesai