Tak Semua Harus Sesuai Rencana

 Kadang aku masih bertanya-tanya... kenapa semuanya berubah secepat itu?

Dulu aku punya rencana. Matang. Tersusun rapi. Seperti peta jalan yang sudah kupelajari berulang-ulang. Aku tahu kapan harus belok, kapan harus berhenti, dan ke mana harus sampai. Tapi hidup... ternyata bukan soal seberapa hebat aku merancang. Kadang, dia cuma tertawa kecil, lalu membawaku ke arah yang sama sekali tak kusangka.

Awalnya aku marah. Kecewa. Kenapa tidak bisa seperti yang kumau? Aku merasa gagal, merasa tertinggal. Semua orang seperti berlari, sementara aku—terjebak di satu titik, memandangi peta yang tak lagi berlaku.

Tapi pelan-pelan... aku mulai belajar. Mungkin memang ini jalanku. Jalan yang tidak kuinginkan, tapi mungkin... yang kubutuhkan.

Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal. Tentang kehilangan, tentang melepaskan, dan tentang menerima. Tentang bagaimana berdiri lagi meski tanpa tahu arah pasti. Tentang bagaimana percaya, bahwa meski tidak sesuai rencana... bukan berarti sia-sia.

Kini aku mulai berdamai. Bukan karena semuanya jadi mudah. Tapi karena aku sadar: hidup tidak pernah berjanji akan sesuai keinginan. Yang bisa kulakukan hanyalah berjalan, meski jalannya berbeda dari yang kupikirkan dulu.

Dan mungkin... itu bukan hal yang buruk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Biasa, Tapi Tetap Sakit

Aku dan 7 Tahun

Tanpa Titik, Tapi Selesai